CERPEN : Hei Mimpi, Aku Kepadamu
Hari ini memang sangat cerah sekali. Aku terbangun dari mimpi malamku yang entah apa mimpinya. Aku lupa akan hal itu. Kepalaku nyut-nyutan sekali karena semalam aku bergadang untuk menyelesaikan deadline sejuta mimpiku. Ditambah lagi aku masuk angin karena terlalu sering bergadang. Tetapi, itu tidak apa-apa. Selama aku bisa bernafas dan menginjakkan kaki di bumi ini, maka aku tidak segan untuk terus maju dan berkarya hingga akhir hayatku. Aah! Sekarang tambah berdenyut kepalaku. Ibu berteriak menyuruhku segera bangun dari tempat tidurku. Padahal, aku sudah melaksanakan kewajibanku seorang muslim, yaitu sholat shubuh. Aku hanya butuh waktu sebentar untuk berbenahkan diri di atas kasurku yang empuk dan nyaman ini. Teriakkan ibu ku yang ke-3 kalinya, barulah aku bangun dan berdiri dengan kepala yang masih nyut-nyutan dan hati pun juga ikutan nyut-nyutan. Aku tahu alasan ibu ku berteriak. Tentu saja, itu untuk menyuruhku membersihkan rumah dari ujung ke ujung. Itulah salah satu ke...